Equityworld Futures :

Emas diperdagangkan pada kisaran yang cukup besar baik dipasar berjangka maupun pasar spot. Harga emas diperdagangkan anjlok selama awal sesi pedagangan kemarin (17/6), setelah hembusan berita seputar ketegangan di Irak mulai sedikit mereda.
Diakhir sesi harga emas beringsut naik, sebagai aksi profit taking dan ditutup dengan kerugian tipis. Dalam sesi perdagangan minggu ini, Investor nampak lebih berhati-hati menjelang pertemuan FOMC Minutes AS malam ini pada pukul 01.00 GMT+7 dini hari.
Harga emas berjangka kontrak Agustus menyelesaikan sesi perdagangan Selasa (17/6) dengan keuntungan tipis sebesar $3.30 atau 0.3% berakhir pada $1,272.00 di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.
Dipasar spot harga emas ditutup tidak berubah dari sesi perdagangan Senin tetap berada pada level $1,271.80, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,273.10 dan serendah $1,258.60. Emas spot mencatatkan keuntugan sebesar $24.20 atau 1.93% selama sesi perdagangan minggu lalu.
FUNDAMENTAL ANALISIS
Selama sesi perdagangan kemarin, emas diperdagangkan anjlok setelah data inflasi AS dirilis pada tingkat tercepat sejak 2011. Data menunjukkna bahwa angka Inflasi Konsumen (CPI) AS perbandingan tahunan naik sebesar 2.1% selama periode Mei, lebih tinggi dari perkiraan dan data sebelumnya pada 2.0% (F) dan 2.0% (P).
Angka inflasi yang dirilis pada percepatan terbesar sejak 2011 lalu, telah mendorng optimism investor terhadap ekonomi AS yang semakin membaik. Bahwa meski data perumahan AS dirilis dengan hasil yang tidak terlalu baik.
Building Permint AS dirilis turun 6.4% menjadi 991.000 selama periode Mei, penurunan yang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya pada 0.1%. Dan data Housing Starts AS dirilis turun 6.5% menjadi 1.034.000, , penurunan yang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya pada 3.7%.
Irak masih akan menjadi fokus pasar dalam beberapa minggu kedepan, hanya saja sentiment Irak hanya akan direspon pasar ketika memang pemberontakan yang terjadi semakin memanas.
Pasar emas akan banyak diuntungkan jika pemberontakan di Irak semakin memanas. Ketegangan yang terjadi di Irak akan mendorong harga minyak mentah dunia melonjak dan secara langsung akan meningkatkan aliran safe-heaven pada emas sebagai aset pelindung nilai.
Memasuki sesi perdagangan pekan ini, pasar emas diperkirakan akan terfokus pertemuan FOMC Minutes AS pada Kamis dini hari pukul 01.00 GMT+7. Dalam pertemuan tersebut, Federal Reserve AS diperkirakan akan kembali mengurangi program pembelian aset sebesar $10 miliar. Jika tapering kembali dilakukan maka harga emas diperkirakan akan bergerak lebih rendah.
Perlu diketahui bahwa, saat ini jumlah dana yang diberikan Fed untuk program pembelian asset tersisa hanya $45 miliar perbulan.
TECHNICAL ANALISIS
Secara teknis, setelah harga emas beranjak naik pada pekan ini, maka harga emas berpotensi untuk mengakhiri masa rebound menyusul beberapa indikator telah menunjukkan masa Overbought. Dimana harga berada pada fase titik jenuh beli.
Namun demikian, faktor fundamental dari Irak berpotensi membawa emas untuk terus menguat, tetapi hanya pada saat-saat dimana ketegangan di Irak kembali meningkat, dan investor diharapkan untuk memperhatikan setiap penembusan level support dan resistance emas yang cukup kuat.
Perhatikan level resistance emas pada $1,286.50, jika harga mampu bergerak diatas level tersebut maka emas berpotensi menguji level resistance emas berikutnya pada $1,296.80. Dengan level support emas yang perlu diperhatikan adalah $1,257.50.
Pada sesi perdagangan hari ini, emas diperkirakan cenderung flat jelang pertemuan FOMC Minutes AS dan emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,273.50 – $1,257.50.
Alternatif Posisi :
Outlook : Negatif
Short Term Trade :
– Buy If Break $1,279.80
  Target : $1,282.50 ; $1,283.50
– Sell If Break $1,257.50
  Target : $1,255.00 ; $1,253.00