Equityworld Futures :

Pada perdagangan Senin (23/3) nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) hari ini menguat cukup baik. Rupiah menguat ke level Rp 13.000-an.  Berdasarkan Bloomberg Dollar Index, Rupiah ditutup menguat 101 poin atau 0,78 persen ke Rp 13.022 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp 13.123.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan dengan stagnan. Aksi jual investor asing membuat Indeks menipis 5 poin.  Indeks sempat naik tinggi di awal perdagangan hingga ke titik tertingginya hari ini di 5.467,941.

Dalam pergerakan harian Rupiah bergerak Rp 12.984-Rp 13.087 per USD. Sedangkan pergerakan 52 mingguannya di kisaran Rp 11.263-Rp 13.250 per USD.  Kurs tengah Bank Indonesia (BI) tercatat Rupiah berada di posisi Rp 13.076 per USD. Angka tersebut melemah tipis dibandingkan periode sebelumnya di Rp 13.075 per USD.  Pelemahan rupiah sangat mungkin menjadi momentum tepat untuk meningkatkan daya saing pengusaha pribumi, sekaligus meningkatkan nilai perdagangan Indonesia.  Momentum tepat itu terbentuk jika pengusaha pribumi mampu meningkatkan kapasitas produksinya bagi kebutuhan masyarakat di dalam negeri dan untuk ekspor.

Paket kebijakan baru pemerintah diperkirakan baru akan efektif melindungi pengusaha pribumi pada September mendatang, atau sekitar enam bulan sejak diterbitkan.  Artinya, pada jangka pendek saat ini, pengusaha pribumi membutuhkan langkah-langkah nyata pemerintah melindungi daya saing pengusaha lokal.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 4,13 poin (0,08%) ke level 5.447,195. Laju penguatan IHSG terhambat oleh aksi jual investor asing.  Investor asing melepas saham-saham di sektor agrikultur. Sedangkan investor domestik berburu saham-saham lapis dua, seperti di sektor manufaktur.   Pada akhir perdagangan awal pekan, IHSG menipis 5,967 poin (0,11%) ke level 5.437,098. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,137 poin (0,01%) ke level 946,995.  Dana asing kembali mengalir ke luar lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 400 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 219.078 kali dengan volume 7,736 miliar lembar saham senilai Rp 5,636 triliun. Sebanyak 111 saham naik, 164 turun, dan 98 saham stagnan.  Beberapa bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan kompak menguat. Hanya Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melemah sendirian di regional.

Di sisi lain, berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 194,14 poin (0,99%) ke level 19.754,36, Indeks Hang Seng menguat 119,27 poin (0,49%) ke level 24.494,51, Indeks Komposit Shanghai melonjak 70,41 poin (1,95%) ke level 3.687,73, dan  Indeks Straits Times naik tipis 1,47 poin (0,04%) ke level 3.413,91.