Equityworld Futures : Pada perdagangan Senin (5/1) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 58 poin menjadi Rp 12.578 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.520 per dolar AS.  Kinerja dolar AS kembali menggerus kinerja nilai tukar rupiah pada awal pekan ini.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 22,774 poin (0,43%) ke posisi 5.219,995.  Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.233,66 atau turun 9,109 poin dan mencapai level terlemahnya 5.206,285 atau melemah 36,484 poin.

Menguatnya dolar AS itu menyusul outlook kebijakan otoritas moneter Amerika Serikat yang kontras dengan negara maju lainnya. Bank Sentral Eropa dan Jepang akan melonggarkan kebijakan moneternya untuk membantu pemulihan ekonminya. Sementara Bank Sentral AS masih diproyeksikan akan menaikkan suku bunga acuan pada awal pertengahan tahun 2015.

Investor di dalam negeri juga khawatir dengan outlook perekonomian Indonesia setelah data yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir pekan lalu (Jumat, 2/1) masih di bawah perkiraan kalangan analis.  BPS mencatat neraca perdagangan November 2014 mengalami defisit sebesar US$ 420 juta. Sementara inflasi Desember 2014 mencapai 2,46%, lebih tinggi dari perkiraan Bank Indonesia (BI) yang sebesar 2,1-2,2%.

Di sisi lain, Indonesia kembali mencatatkan defisit neraca perdagangan seiring ekspor tahunan yang menurun dan inflasi di atas prediksi.  Mata uang rupiah mungkin akan bergerak di kisaran Rp 12.520-Rp 12.680 per dolar AS pada perdagangan selanjutnya.  Pada kurs tengah BI, mata uang lokal ini juga bergerak melemah menjadi Rp 12.589 dibandingkan hari sebelumnya, Jumat (2/12) di posisi Rp 12.474 per dolar AS.

Tercatat sebanyak 114 saham menguat, 187 saham turun, dan 102 saham stagnan. 151 saham tidak mengalami transaksi sama sekali. Total saham yang ditransaksikan 403 saham.  Semua indeks saham kompak mendukung pelemahan IHSG. Antara lain, indeks saham-saham unggulan LQ45 yang turun 4,86 poin (0,538%) ke posisi 898,27; IDX30 turun 2,444 poin (0,527%) ke angka 461,11.

investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp1,7 triliun dan penjualan saham senilai Rp1,9 triliun. Alhasil, investor asing mecatatkan penjualan saham bersih (net foreign sell) senilai Rp 133,03 miliar.

Sedangkan MBX turun 5,236 poin (0,346%) ke angka 1.508,218; DBX turun 8,024 poin (1,120%) ke angka 708,415; dan saham-saham syariah yang tergabung dalam indeks JII turun 5,386 poin (0,776%) ke angka 689,087.  Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp3,86 triliun dan Rp1,6 triliun di pasar negosiasi.