Equityworld Futures : Pada perdagangan Rabu (8/4) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  bergerak menguat tipis sebesar dua poin menjadi Rp 12.985 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.987 per dolar AS.  Kurs rupiah bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat menyusul masih adanya ekspektasi positif dari data cadangan devisa yang diperkirakan kembali meningkat.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lagi dari level 5.500. Aksi jual saham investor domestik membuat Indeks bergerak ke bawah.  Investor asing yang sudah puas berburu saham kini mulai mengambil untung.

Meski demikian, laju penguatan rupiah tertahan oleh sentimen eksternal menyusul turunnya cadangan devisa Jepang sehingga menekan mata uangnya terhadap dolar AS. Situasi itu dapat mempengaruhi mata uang di kawasan Asia, salah satunya rupiah.  Pelaku pasar uang di dalam negeri berpotensi memanfaatkan sentimen eksternal untuk mengakumulasi dolar AS. Tetap cermati dan antisipasi jika terjadi potensi pembalikan arah laju rupiah.

Terlebih  menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), biasanya akan membuat sejumlah mata uang utama dunia cenderung tertekan terhadap dolar AS.  Minimnya sentimen data ekonomi domestik membuat pergerakan mata uang rupiah mendatar, sehingga ruang pelemahan masih ada.  Pergerakan rupiah akan didominasi situasi global. Malam tadi, mayoritas data ekonomi AS yang dirilis mulai dari lowongan pekerjaan hingga kredit konsumer naik.  Dolar AS masih berpeluang untuk bergerak menguat di kawasan Asia, apalagi jika notulensi pertemuan FOMC kembali mengekspektasikan kenaikan suku bunga the Fed.

Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG turun 25,440 poin (0,46%) ke level 5.497,850. Koreksi ini mengakibatkan Indeks menjauh dari posisi rekor tertingginya.  Hanya satu sektor industri yang masih positif, yaitu Indeks agrikultur. Saham-saham yang kemarin naik tinggi kini kena koreksi.  Pada akhir  perdagangan IHSG ditutup terpangkas 36,706 poin (0,66%) ke level 5.486,584. Sementara Indeks unggulan  LQ45 ditutup terkoreksi 8,537 poin (0,89%) ke level 953,490.  Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 258,124 miliar di seluruh pasar.

Tercatat  pada perdagangan  kemarin  berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 236.629 kali dengan volume 5,492 miliar lembar saham senilai Rp 6,511 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 166 turun, dan 95 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia hampir seluruhnya ditutup positif sore ini, hanya pasar saham Singapura yang melemah. Sentimen negatif datang dari Wall Street yang semalam melemah.

Adapun situasi dan kondisi bursa regional sore ini, antara lain:  Indeks Nikkei 225 naik 149,27 poin (0,76%) ke level 19.789,81, Indeks Hang Seng melonjak 961,22 poin (3,80%) ke level 26.236,86, Indeks Komposit Shanghai melonjak 33,43 poin (0,84%) ke level 3.994,81, dan  Indeks Straits Times turun 4,53 poin (0,13%) ke level 3.461,09.