Equityworld Futures : Pada perdagangan Rabu (18/3)  nilai  tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 30 poin. Rupiah menjadi Rp 13.150 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 13.180 per dolar AS.  Indeks dolar AS sedang mengalami konsolidasi menjelang hasil rapat moneter FOMC (Federal Open Market Committee).  Sementara IHSG  melemah 26 poin terkena tekanan jual sejak pembukaan perdagangan. Dana asing belum berhenti mengalir keluar lantai bursa.  Membuka  perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 13,44 poin (0,25%) ke level 5.425,81. Investor cenderung menahan diri sambil harap-harap cemas mengenai arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves/The Fed.

Terlebih,  perkiraan bank sentral AS (the Fed) yang masih bersikap sabar untuk menaikan suku bunga AS (Fed fund rate) memberikan angin segar pada laju rupiah. Di sisi lain, ungkap dia, adanya sentimen dari Bank Indonesia yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI rate) di 7,5 persen dan komitmennya untuk melakukan intervensi di pasar valas menambah topangan bagi rupiah untuk kembali bergerak menguat.  Bank Indonesia (BI) menyatakan untuk terus meningkatkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah, termasuk intervensi di pasar valas sesuai kondisi fundamentalnya maupun pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder juga menjadi faktor penguatan rupiah.

Sentimen dari dalam negeri cukup mampu membuat rupiah bergerak positif dan kami harapkan penguatan ini dapat berlanjut. Saat the Fed terindikasi masih akan lebih lama lagi untuk menaikan suku bunga, dolar AS bisa melemah terhadap nilai tukar utama dunia.    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu (18/3) ini tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp 13.164 dibandingkan hari sebelumnya, Selasa (17/3) di posisi Rp 13.209 per dolar AS.

Dari bursa saham, indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks terus meluncur tajam ke titik terendahnya hari ini di 5.412,956. Menutup perdagangan Sesi I, Rabu (18/3), IHSG berkurang 18,745 poin (0,34%) ke level 5.420,408 akibat tekanan jual investor asing. Indeks terus bergerak di zona merah sejak pagi tadi.  Sembilan sektor jadi sasaran aksi jual. Sektor konsumer yang terkena koreksi paling dalam. Saham-saham bank masih jadi incaran beli investor domestik.

Pada akhir perdagangan, Rabu (18/3/2015), IHSG ditutup berkurang 26,002 poin (0,48%) ke level 5.413,151. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 4,324 poin (0,46%) ke level 940,665.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 405,516 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 219.414 kali dengan volume 5,215 miliar lembar saham senilai Rp 4,981 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 166 turun, dan 97 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia pagi ini rata-rata ditutup menguat meski Wall Street tadi pagi melemah. Aksi beli masih ramai terjadi di bursa-bursa regional.  Adapun  situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 107,48 poin (0,55%) ke level 19.544,48, Indeks Hang Seng melonjak 243,65 poin (1,02%) ke level 24.145,14, Indeks Komposit Shanghai melompat 74,45 poin (2,13%) ke level 3.577,30, dan  Indeks Straits Times turun 4,95 poin (0,15%) ke level 3.365,00.