Equityworld Futures : Pada perdagangan Kamis (22/1) nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pagi hingga siang, bergerak menguat sebesar 40 poin menjadi Rp 12.436 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.476 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sebesar  37 poin dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Rekor intraday tertinggi hari ini juga berhasil dipecahkan IHSG.  Rekor intraday tertinggi IHSG sebelumnya ada di 5.262,568 yang diraih pada Senin 8 September 2014. Rekor intraday terbaru kali ini ada di level 5.267,572.

Keputusan ECB yang akan memuaskan investor global diperkirakan bisa mempertahankan tren penguatan pada aset berdenominasi Rupiah.    Akan tetapi pembalikan arah perlu diwaspadai jika keputusan ECB justru mengecewakan harapan investor yang sudah terlanjur tinggi.  Hari ini   ECB akan mengumumkan langkah-langkah stimulus agresifnya dalam mendorong perekonomian Eropa.

Bank sentral Jepang (BOJ) yang mempertahankan rencananya untuk menambah stimulus keuangan untuk mencapai target inflasi hingga 2 persen menambah sentimen positif bagi mata uangnya terhadap dolar AS, penguatan yen Jepang cukup berdampak positif pada laju Rupiah.  Faktor ambil untung setelah dolar AS menguat dalam beberapa hari terakhir menambah dorongan bagi nilai tukar Rupiah melanjutkan kenaikannya.  Meski demikian, Rully Nova mengatakan bahwa pengauatan mata uang Rupiah diproyeksikan bersifat jangka pendek karena faktor neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia yang masih defisit.   Dalam jangka menengah-panjang pergerakan mata uang Rupiah masih dipengaruhi oleh kinerja neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia.

Dari bursa saham, mengakhiri perdagangan Sesi I, IHSG menanjak 32,252 poin (0,62%) ke level 5.247,518 berkat ramainya aksi beli sejak pembukaan perdagangan.   Aksi beli semakin marak, dilakukan oleh investor asing dan domestik. Jelang penutupan perdagangan, aksi beli semakin ramai.  Pada penutupan perdagangan  IHSG melaju 37,917 poin (0,73%) ke level 5.253,183. Sementara Indeks LQ45 menguat 7,956 poin (0,88%) ke level 910,781.  Rekor penutupan tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 5.246,483 setelah menguat 29,148 poin (0,56%) pada perdagangan Senin 8 September 2014.

Beberapa saham unggulan jadi sasaran aksi beli. Tujuh sektor berhasil menguat dengan rata-rata kenaikan hampir 1%. Indeks sektor agrikultur, perdagangan, dan infrastruktur masih melemah.  Transaksi investor asing sampai sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 249,237 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler terpantau beli bersih Rp 13,661 miliar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 284.128 kali dengan volume 8,896 miliar lembar saham senilai Rp 8,216 triliun. Sebanyak 197 saham naik, 123 turun, dan 73 saham stagnan.  Optimisme stimulus Sentral Eropa alias European Central Bank (ECB) berhasil mendorong aksi beli di pasar Asia. Sore ini seluruh bursa regional kompak menguat.  Hexindo (HEXA) turun Rp 210 ke Rp 3.690.

Sedangkan situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 48,54 poin (0,28%) ke level 17.329,02, Indeks Hang Seng menguat 170,05 poin (0,70%) ke level 24.522,63, Indeks Komposit Shanghai bertambah 19,73 poin (0,59%) ke level 3.343,34, dan Indeks Straits Times tumbuh 17,21 poin (0,51%) ke level 3.371,67.