Equityworld Futures : Pada perdagangan Senin (30/3) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat tipis sebesar sembilan poin menjadi Rp 13.056 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 13.065 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 41 poin didorong aksi beli di saham-saham unggulan. Indeks masih bisa bertahan positif meski dihadang aksi jual investor asing.  Indeks langsung melesat ke posisi tertinggi hari ini di 5.459,746. Indeks berhasil menjauhi zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.

Laju rupiah masih dibatasi oleh harapan perkiraan inflasi mendatang menyusul pemerintah yang kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Di sisi lain,   sentimen eksternal terkait kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau the Fed juga masih membayangi menyusul pengumuman klaim pengangguran Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan penurunan dan manufaktur yang mengalami kenaikan sehingga memunculkan persepsi terhadap kemungkinan percepatan akan kenaikan suku bunga the Fed.

Sentimen eksternal mengenai kenaikan suku bunga the Fed masih mendominasi pasar valas di dalam negeri sehingga pelaku pasar cenderung mengambil posisi tunggu.  The Fed masih akan terus membayangi mata uang negara berkembang dunia termasuk rupiah hingga adanya kepastian. Faktor itu yang membuat nilai tukar rupiah belum menguat lebih tinggi.  Pemerintah dapat lebih fokus lagi untuk menjaga ekonomi domestik terutama mikro, selama ini pemerintah cenderung mengarahkan kebijakannya untuk makro seperti pembangunan infrastruktur.  Pengendalian makro dan mikro ekonomi diharapkan seiring, diharapkan harga bahan pangan pokok tidak mengalami kenaikan secara tiba-tiba seperti yang terjadi pada harga beras. [Sugeng R]

Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG menanjak 50,593 poin (0,94%) ke level 5.447,447. Investor asing masih melepas saham.  Seluruh indeks sektoral berhasil menguat berkat aksi buru saham-saham unggulan. Saham-saham komoditas naik tinggi berkat kenaikan harganya di pasar internasional.  Pada akhir  perdagangan awal pekan, Senin (30/3), IHSG ditutup melesat 41,802 poin (0,77%) ke level 5.438,656. Sementara Indeks unggulan  LQ45 ditutup menanjak 8,955 poin (0,96%) ke level 946,462.  Dana asing masih mengalir ke luar lantai bursa akibat aksi jual pemodal asing. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 177,713 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 205.874 kali dengan volume 6,142 miliar lembar saham senilai Rp 6,153 triliun. Sebanyak 206 saham naik, 88 turun, dan 92 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan kompak menguat. Pergerakan pasar saham regional ini yang memberi Bursa Efek Indonesia (BEI) sentimen positif.

Adapun situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 menanjak 125,77 poin (0,65%) ke level 19.411,40, Indeks Hang Seng melonjak 368,92 poin (1,51%) ke level 24.855,12, Indeks Komposit Shanghai melesat 95,47 poin (2,59%) ke level 3.786,57, dan  Indeks Straits Times naik 6,02 poin (0,17%) ke level 3.456,12.