Equityworld Futures : Pada perdagangan awal pekan, Senin (11/5) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 24 poin menjadi Rp 13.097 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 13.121 per dolar AS.  Mata uang rupiah bergerak menguat dengan kecenderungan terbatas bersamaan dengan mata uang lainnya di kawasan Asia.  Sementara  pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan dan bisa naik 18 poin membuka perdagangan awal pekan. Investor domestik langsung berburu saham-saham utama.

Terbatasnya penguatan rupiah seiring dengan angka pengangguran di Amerika Serikat yang mengalami penurunan serta naiknya tenaga kerja non-pertanian, data AS itu dapat menimbulkan kembali rencana teh Fed untuk menaikkan suku bunganya (Fed fund rate) dalam waktu dekat.  Di sisi lain, angka cadangan devisa yang diumumkan pada pekan lalu yang mencatatkan penurunan juga diperkirakan dapat menahan laju mata uang rupiah bergerak lebih tinggi.

Dalam data Bank Indonesia (BI), cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2015 tercatat menurun menjadi 110,9 miliar dolar AS, dibandingkan akhir bulan sebelumnya yang sebesar 111,6 miliar dolar AS.  Optimisme pelaku pasar uang masih kuat terhadap perekonomian Indonesia menyusul harapan positif terhadap pemerintah yang akan menggencarkan pembangunan infrastruktur pada kuartal II tahun ini.  Ekspektasi positif itu memberi sentimen bagi mata uang rupiah meski masih cenderung terbatas, diharapkan segera terealisasi karena investor butuh kepastian.

Dari bursa saham, pada pembukaan perdagangan awal pekan  IHSG menanjak 24,259 poin (0,47%) ke level 5206,796. Indeks LQ45 tumbuh 5,217 poin (0,58%) ke level 903,533.  Aksi beli menyasar ke seluruh lapisan saham. Seluruh indeks sektoral pagi ini bisa menguat berkat aksi perburuan saham tersebut.  Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG melaju 28,516 poin (0,55%) ke level 5.210,729. Sementara Indeks LQ45 bertambah 6,667 poin (0,74%) ke level 904,816. Akhir pekan lalu rebound 31 poin berkat aksi borong saham oleh investor domestik. Dana asing yang keluar dari lantai bursa hari ini sekitar Rp 200 miliar,

Adapun Wall Street melesat tinggi didorong penguatan saham-saham teknologi. Laporan keuangan emiten jadi faktor pendorong.  Menguatnya Wall Street memberi sentimen positif ke bursa regional yang pagi ini berhasil kompak menguat.  Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 255,71 poin (1,32%) ke level 19.634,90, Indeks Hang Seng menanjak 287,37 poin (1,05%) ke level 27.577,34, Indeks Komposit Shanghai bertambah 10,93 poin (0,26%) ke level 4.216,85, dan  Indeks Straits Times naik 12,15 poin (0,35%) ke level 3.464,16.