Equityworld Futures : Sejak awal tahun 2016, pasar global nampak mengalami tekanan pelemahan yang masih berlanjut. Terutama bursa indeks dunia, dan mata uang utama mengalami imbas pelemahan kecuali beberapa produk safe haven. 3 faktor penggerak utama untuk pekan depan walau berbeda-beda, tetapi memiliki saling keterkaian.

Berikut 3 hal penggerak pasar ini:

1.Upaya People’s Bank Of China (PBOC)menstabilkan nilai tukar Yuan di pasar global. Data-data ekonomi buruk dari China sejak akhir tahun 2015 masih berlanjut hungga awal tahun 2016, dan upaya bank sentral China, PBOC untuk mendukung penguatan bursanya mengambil langkah-langkah yang berani sehingga melemahkan nilai tukar mata uang Yuan di mata investor dunia. Serangkaian data ekonomi China minggu ini yang buruk juga sempat menimbulkan spkulasi akan adanya stimulus yang akan diambil otoritas pemerintah China kembali dalam waktu dekat. Tetapi PBOC telah mengambil langkah-langkah baru untuk menenangkan pelemahan yuan dengan metapkan nilai tengah dalam kisaran sempit, dan adanya beberapa peraturan baru untuk menghindari aksi short-sell dari para spekulator. Walau begitu, kondisi saat ini masih belum nampak membebaskan bursa pasar dunia dari ketakutan buruknya ekonomi China akan membebani kondisi ekonomi dunia, dan memnekan harga-harga bursa tetap lemah.

2.Pertemuan tingkat suku bunga Federal Reserve US, diumumkan pada hari Kamis 28 Januari mendatang pada pukul 02.00 WIB, dengan ekspektasi tetap pada <0.5%. Data-data ekonomi Desember dan awal Januari yang baik meningkatkan sentimen para spekulan bahwa tetap akan adanya kenaikan suku bunga kembali setelah rate hike Desember lalu. Pada pernyataan sebelumnya, presiden Fed, Janet Yellen, nampak nenunjukan sikap menunggu bagi Fed untuk tidak bersikap agresif dalam kenaikan suku bunga, diiringi dengan pelemahan inflasi terbaru, memberikan tepisan bagi beberapa spekulator terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan Maret mendatang. Pasar juga masih menantikan kepastian dari langkah Fed selanjutnya, dengan sikap dovish terhadap rate hike akan membantu penguatan pada harga bursa US yang juga tertekan oleh pelemahan bursa China.

3.Bank of Japan (BOJ) akan mengumumkan kebijakan moenter terbaru-nya pada hari Jumat 29 Januari, disertai laporan perkiraan ekonomi. BOJ telah menjalankan stimulus kuantitatife easing sebagai salah satu upaya pendukung ekonomi mereka dengan melemahkanmata uang-nya. Beberapa pertemuan terakhir, dihiasi dengan upaya kepala BOJ, Haruhijko Juroda, mempertahankan kebijakan yang sudah berjalan dan meyakinkan pasar bahwa target pertumbuhan masih sesuai ekspektasi. Kurangnya kejutan yang diharapkan dari BOJ mendukung penguatan mata uang Yen sebagai safe haven baru-baru ini, dan masih dapat bertahan dibawah level 120.00 lebih lama.

Ke-3 faktor tersebut yang akan menjadi penghias pergerakan pasar untuk pekan depan, dengan ekspketasi pelemahan masih mendominasi dan menempatkan logam emas XAU dan mata uang Yen masih sebagai safe haven

Tidak boleh dilupakan lemahnya pergerakan harga minyak mentah dunia. Nilai harga minyak mentah pada perdagangan sesi jumat naik melanjutkan rebound Kamis pada kisaran $30.70. per barel. Minyak mentah telah mengalami tekanan pelemahan tajam sejak Desember lalu, terkait buruknya ekonomi China memicu permintaan berkurang, disertai jumlah produksi dari produsen-produsen minyak mentah dunia masih cukup tinggi. Rebound ini terjadi akibat aksi take profit setelah peningkatan cadangan di US dilaporkan tidak merata. Berlanjutnya rebound ini akan membantu pengutan bursa-bursa global yang telah tertekan lemah.

Peluang peluang pelemahan dan rebound pada pasar berjangka dan data-data fundamental ini dapat menjadi peluang transaksi bagi para pelaku pasar, dengan peluang membuka posisi dua arah mengoptimalkan fleksibilitas posisi portfolio nasabah.